alifahru on September 17th, 2009

Ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan bagi orang-orang yang beriman. Karena di dalam bulan ramadhan mengandung berbagai keutamaan dan kebajikan dalam beribadah. Ibadah serasa lebih khusuk dan bermakna. Allah juga menjanjikan turunnya sebuah malam yang penuh dengan beribu-ribu rahmat dan berkah pada bulan ramadhan, yaitu malam lailatul qodar. Sebuah malam yang sangat dinanti-nanti oleh umat islam. Apalagi pada 10 hari akhir romadhan, intensitas menggapai keutamaan malam lailatul qodar semakin ditingkatkan dengan iktikaf di masjid, maupun melakukan sholat malam dan dzikir di mushola/rumah.

Mengenai tanda-tanda turunnya malam lailatul qodar saya tidak paham tuntunannya. Hanya hati yang bersih dan orang-orang yang tekun ibadahlah yang mampu merasakannya. Tapi setidaknya, apabila kita sudah mencoba berproses untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah sejak awal mula bulan ramadhan, hikmah malam lailatul qodar bisa kita rasakan.

Malam Lailatul qodar menurut saya pribadi, adalah suatu waktu dimana kita menemukan suatu kesadaran baru. entah itu kesadaran tentang hidup maupun dalam beragama. Suatu kesadaran yang mampu membuka mata hati dan pikiran kita untuk hidup lebih baik, bahagia dan sejahtera. Malam lailatul qodar dapat kita temukan dalam renungan terdalam kita sewaktu dzikir, iktikaf atau merenung di keheningan malam-malam bulan ramadhan.

Ciri-ciri turunnya Malam lailatul qodar adalah di saat kita merasa begitu tenang, bersih dan dekat dengan Allah. Merasa sudah cukup Allah sajalah yang kita punya. Anugerah rasa ikhlas yang mendalam untuk menerima dan menjalani kehidupan, adalah keutamaan dan anugerah malam lailatul qodar. Semoga Ramadhan tahun ini, anda semua mendapatkan malam lailatul qodar, malam beribu kebajikan.

Share/Save/Bookmark

Other Important Related Post:

  • No Related Post

Tags: , ,

4 Responses to “Menggapai Malam Lailatul Qodar”

  1. Semoga hakekat lailatul Qodar slalu ada di hati dan jiwa kita

  2. @pencerah
    wah… mas pencerah pas banget mampir… pas ada postingan baru… dah lama aku gak ngopeni blog ini.. he he. bentar lagi khan lebaran… mohon maaf lahir batin ya…

  3. Ketika pikiran kita mulai tenang, ketika bisa mengatasi diri dari kesibukkan adi-duniawi dan hingar bingar nuansa materialisme, akan terdengar suara nurani yang mengajak kita untuk berdialog, mendekat bahkan menyatu dengan suatu totalitas wujud Yang Maha Hadir (The Omnipresent), yaitu Tuhan. Kesadaran yang demikian itu akan mengantarkan kita pada usaha untuk menyadari ebih lanjut betapa lemahnya kita sebagai manusia di hadapan-Nya, dan betapa keuasaan dan keperkasaan-Nya yang melintasi ruang dan waktu.

    Suara yang terdengar tu adalah suara fitrah kemanusiaan; suara kesucian-kemanusiaan. Suara itulah yang dikumandangkan pada setiap saat diri kita menghadap keharibaan-Nya, dan suara-suara Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, Walillahi Alhamd, Takbir yang dikumandangankan saat perayaan Idul Fitri.

    SELAMAT IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR BATIN.

    Kemana saja selama ini, Mas?
    Mudik ke Podosari Kendal, Kan?

  4. Saya tetap di purwokerto aja kang, cuma jarang online. Met idul fitri juga ya kang, mohon maaf lahir dan batin.

Leave a Reply